banner 970x250

Hadirkan 30 Stand Kolaborasi Guru,Lokakarya Panen Hasil Belajar Ke 7

banner 120x600
banner 468x60

KUDUS – Guru Penggerak harus lulus seleksi dan mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak. Program ini akan menciptakan guru penggerak yang dapat mengembangkan diri dan guru lain dengan refleksi, berbagi, kolaborasi secara mandiri serta mengembangkan dan memimpin upaya mewujudkan visi sekolah yang berpihak pada murid dan relevan dengan kebutuhan komunitas di sekitar sekolah.

banner 325x300

Tak sekadar cakap di bidang pendidikan, guru penggerak harus punya jiwa kepemimpinan dan terampil dalam manajerial.  Terlebih para guru penggerak nantinya juga akan dipersiapkan untuk dapat menjadi kepala sekolah.

Lokakarya 7 dengan tema ‘Panen Hasil Belajar’ ini merupakan program pendidikan guru penggerak provinsi Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kandangmas, Dawe, Selasa (4/7). Dihadiri Bupati Kudus HM Hartopo, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 3 Deyas Yani Rahmawan, Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada, dan perwakilan Djarum Foundation.

 

“Dari 166 Calon Guru Penggerak (CGP) Kabupaten Kudus yang saat ini melaksanakan lokakarya harus semangat dalam meningkatkan kompetensi. Guru penggerak harus menjadi warna di sekolah dalam mendidik siswa dan menstimulasi diskusi positif dengan rekan kerja,” Ujar Widyaiswara Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Tengah Fety Marhayuni.

 

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa selain selalu aktif berkreasi dalam mengajar siswa, guru penggerak harus bekerja sama dengan rekan kerja.

 

Sementara itu, Bupati Kudus HM Hartopo menyebut bahwa guru penggerak dipilih dari guru yang telah berpengalaman di bidangnya.

 

“Saat saya bertemu enteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Makarim, saya sampaikan setuju kalau guru penggerak menjadi teladan disekolahnya dan harus memberikan yang terbaik dalam pembelajaran,” katanya.

 

Hartopo berharap semua guru penggerak sudah luwes mengajar dan sering menjadi perwakilan sekolah serta meminta dinas terkait dan BBGP memverifikasi dengan ketat para calon guru penggerak.

 

“Jangan hanya lolos verifikasi saja, guru penggerak harus berpengalaman mengajar dan mewakili sekolah menghadiri kegiatan eksternal,” tukasnya.

 

Bupati Kudus ini mengimbau gelaran lokakarya bisa meningkatkan kreativitas guru dalam mendidik murid. Terutama mengoptimalkan bakat terpendam dari anak didik. Pihaknya optimis, kerja keras akan menginspirasi murid untuk semangat mencapai cita-cita.

 

“Semoga lokakarya ini tak hanya seremonial saja. Tapi juga bisa meningkatkan minat belajar murid. Saya bisa jadi bupati juga karena motivasi bapak ibu guru saya,” tuturnya.

 

Disisi lain, Kasi Kurikulum Disdikpora Kudus Afri Shofianingrum menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar setelah tujuh bulan para calon guru penggerak menempuh pendidikan.

 

“Kegiatan ini diimplementasikan tentang kurkikum merdeka yang akan ada disekolahnya. Disini terdapat 30 stand dari total 166 calon guru penggerak yang terdiri dari guru 18 guru paud, 102 guru SD, 32 guru SMP, 5 guru SMA dan 9 guru SMK di angkatan ke 7 ini,” tandasnya.

banner 325x300