Kudus, Kudusterkini.com - Pemerintah Kabupaten Kudus terus berupaya membentengi generasi muda dari ancaman paham-paham radikal yang berpotensi memecah belah bangsa. Langkah konkret ini diwujudkan melalui perhelatan Seminar Kebangsaan yang melibatkan ratusan pelajar di wilayah Kabupaten Kudus.
Acara strategis tersebut mengusung tema "Pelajar Sebagai Garda Terdepan Ideologi, Mengoptimalisasikan Deteksi Dini dan Antisipasi Gangguan Radikalisme untuk Menjaga Keutuhan NKRI". Kegiatan resmi dibuka langsung oleh Bupati Kudus Sam'ani Intakoris di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan ini sengaja menyasar kalangan pelajar mengingat posisi mereka yang sangat krusial sebagai agen perubahan sekaligus penerus tongkat estafet kepemimpinan bangsa. Pelajar diharapkan mampu menjadi tameng utama dalam menolak infiltrasi ideologi berbahaya di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Saat membuka seminar, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris meminta seluruh peserta untuk menyimak seluruh pemaparan materi dari para narasumber secara sungguh-sungguh. Kehadiran para siswa di pendapa diharapkan tidak sekadar formalitas, melainkan benar-benar menyerap wawasan kebangsaan.
"Selamat mengikuti kegiatan ini, tolong disimak, dicermati. Kegiatan ini akan meningkatkan pemahaman kita tentang ideologi kebangsaan," ujar Sam'ani saat memberikan sambutan hangat di hadapan para pelajar dan tamu undangan.
Sam'ani menekankan bahwa wawasan ideologi kebangsaan yang kokoh menjadi pondasi penting bagi para pelajar dalam menyaring berbagai informasi. Pemahaman Pancasila yang mendalam diyakini mampu membentengi mental generasi muda dari paparan paham radikal dan ekstremisme.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kudus juga menyinggung secara khusus tantangan besar yang dihadapi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan era digital. Arus informasi yang mengalir deras tanpa batas disebut memiliki dampak positif sekaligus potensi ancaman yang tak kalah besar.
Pihaknya mengingatkan bahwa media sosial kini sering dijadikan sebagai sarana penyebaran provokasi, narasi kebencian, hingga propaganda radikalisme oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, kecerdasan digital menjadi modal utama yang harus dimiliki para pelajar.
Sam'ani berpesan agar generasi muda selalu bijak, bersikap kritis, dan tetap menjaga etika serta kesantunan dalam bermedia sosial. Etika komunikasi di ruang digital dinilai memantulkan kualitas karakter dan kedewasaan seorang calon pemimpin.
"Di era digital, perkembangan sangat luar biasa. Saya berpesan kepada semua, tetap bijak menggunakan medsos, tetap santun. Karena kalian adalah calon pemimpin di masa depan," tambah Sam'ani dengan penuh penekanan.
Bupati menaruh harapan besar di pundak para pelajar Kudus agar kelak tumbuh menjadi sosok pemimpin yang berkarakter, berintegritas, serta berjiwa nasionalis. Peran aktif generasi muda dipandang sangat menentukan arah dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di masa mendatang.
Melalui seminar ini, para peserta dibekali kemampuan teknis mengenai cara mendeteksi dini indikasi timbulnya gerakan radikalisme di sekitar mereka. Pelajar diajarkan untuk peka terhadap perubahan perilaku kawan atau narasi menyimpang yang beredar di lingkungan sebaya.
Langkah deteksi dini ini dianggap efektif untuk mencegah masuknya paham ekstrem sebelum berkembang menjadi ancaman nyata. Kepekaan dan kepedulian antar sesama pelajar menjadi kunci utama dalam memutus rantai penyebaran paham radikal.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kudus, Andreas Wahyu, turut menegaskan komitmennya dalam mengawal penguatan ideologi di tingkat daerah. Pihaknya siap merangkul berbagai elemen masyarakat, khususnya sektor pendidikan, untuk menjaga kondusivitas wilayah Kudus.
Kesbangpol Kudus secara konsisten memfasilitasi berbagai ruang edukasi kebangsaan guna memperkuat sinergi antara pemerintah, sekolah, dan peserta didik. Program edukasi seperti ini direncanakan akan terus berlanjut secara berkala ke berbagai tingkatan.
Sinergi yang erat antara Pemerintah Kabupaten Kudus, jajaran Kesbangpol, dan pihak sekolah diharapkan dapat menciptakan benteng pertahanan ideologi yang kokoh. Pelajar tidak hanya terlindungi dari pengaruh buruk, tetapi juga aktif mengedukasi kawan sebayanya.
Acara seminar berlangsung sangat interaktif dengan diskusi aktif antara peserta dan pemateri yang berkompeten di bidang wawasan kebangsaan dan keamanan nasional. Para pelajar tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan mendasar terkait isu-isu kebangsaan terkini.
Melalui penyelenggaraan Seminar Kebangsaan ini, Pemkab Kudus optimistis dapat mencetak generasi muda yang cerdas, bijak bernavigasi di dunia digital, serta teguh membela Pancasila dan menjaga keutuhan NKRI dari segala bentuk ancaman radikalisme.