Berita Terbaru
Popular
Kurs IDR
6-Sep-2010 / 06:59 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9050.00 8900.00
SGD 6743.25 6607.25
HKD 1165.55 1144.25
CHF 8913.80 8739.80
Televisi
WS Rendra si Burung Merak Meninggal PDF Print E-mail
Jumat, 07 Agustus 2009 00:00
Dunia pertelevisian kembali berduka, setelah di tinggal Mbah Surip kini giliran penyair berjuluk "Si Burung Merak" WS Rendra tutup usia. WS Rendra meninggal pada hari ini Kamis 06/08/2009 pukul 22.00 di Rumah Sakit Kelapa Mitra, Jakarta.

Belum diketahui secara pasti penyebab kematiannya, tetapi sebelumnya WS Rendra sudah sempat Keluar dari Rumah Sakit beberapa saat setelah Mbah Surip meninggal dan sempat memberikan ijin untuk memakamkan Mbah Surip di komplek pemakaman Bengkel Teater di Cotayam, Depok.

Sekilas mengenai WS Rendra

Mempunyai nama Asli Willibrordus Surendra Broto Rendra lahir di Kota Solo, Jawa Tengah pada 7 November 1953. Mengenai hobi menulis cerpen menurut TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia), mulai giat dilakukan Sejak kuliah di Universitas Gajah Mada. Dari menulis cerpen dan essei di berbagai majalah seperti Mimbar Indonesia, Siasat, Kisah, Basis, Budaya Jaya. 

Disamping puisi dan cerpen ia juga banyak menulis sajak maupun drama. Karya tulisannya sajak dan drama yang ia tulis seperti: kumpulan sajak Balada Orang-orang Tercinta serta Empat Kumpulan Sajak yang sangat digemari pembaca pada jaman tersebut. Bahkan salah satu drama hasil karyanya yang berjudul Orang-orang di Tikungan Jalan (1954) berhasil mendapat penghargaan/hadiah dari Departemen P & K Yogyakarta. 


Kemudian pada tahun 1967, sekembalinya dari Amerika, Ws Rendra mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta. Pernah di tahan pada masa pemerintah soeharto karenan karya-karyanya yang berbau protes pada tahun 1978. 

Tidak jarang karena karyanya dia di larang pentas oleh pemerintah. Salah satunya yaitu pementasan drama yang berjudul SEKDA dan Mastodon dan Burung Kondor yang dilarang untuk dipentaskan di Taman Ismail Marzuki.

Disamping karya-karya protesnya WS Rendra juga terkenal dengan karya sastranya yang menyuarakan kehidupan kelas bawah seperti puisinya yang berjudul Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta dan puisi Pesan Pencopet Kepada Pacarnya. 

Karya-karya Ws Rendra bahkan sudah di terjemahkan ke bahasa Inggris seperti: Ballads and Blues: Poems oleh Oxford University Press pada tahun 1974. Bahkan sajaknya yang berjudul Mencari Bapak, pernah dibacakannya pada acara Peringatan Hari Ulang Tahun ke 118 Mahatma Gandhi pada tanggal 2 Oktober 1987. 

Prestasinya di dunia sastra dan drama selama ini juga telah ditunjukkan lewat banyaknya penghargaan yang telah diterimanya, seperti Hadiah Puisi dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional pada tahun 1957, Anugerah Seni dari Departemen P & K pada tahun 1969, Hadiah Seni dari Akademi Jakarta pada tahun 1975, dan lain sebagainya.
Itulah Rendra, si bintang panggung yang selalu memukau para penontonnya setiap kali membaca sajaknya maupun melakoni dramanya. Selamat jalan WS Rendra Semoga arwahnya di terima disisinya.
 

WS Rendra si Burung Merak Meninggal

Dunia pertelevisian kembali berduka, setelah di tinggal Mbah Surip kini giliran penyair berjuluk "Si Burung Merak" WS Rendra tutup usia. WS Rendra men...

Nickelodeon Kids Choice Awards 2009 Hadir di Indonesia

Kids Choice Award 2009, ajang penghargaan spektakuler dari 
Nickelodeon datang lagi di Indonesia yang akan diselenggarakan dan ditayangkan oleh ...

Gelar Keraton Surakarta Untuk Manohara

Artis yang merupakan istri putra ketiga dari sultan Kelantan yang sekarang sudah berada di Indonesia lagi (Manohara Odelia Pinot), akan mendapatkan ge...

KPI "Termehek-mehek" Bohongi Penonton

Batam (ANTARA News) - Program televisi Termehek-mehek membohongi penonton, karena tidak seluruh tayangan berdasarkan realitas, kata Wakil Ketua Komisi...

KPI tegur empat program "reality show"

Batam (ANTARA News) - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menegur empat program "reality show" televisi yaitu Dibayar Lunas, Termehek-mehek, Orang ke-3 d...

Home | Tentang kami | Forum | Komunitas | Informasi | Iklan Baris | Peta Kota Kudus
© by simbah <simbah@kudusterkini.com>